RS. Pendidikan

RSUD Deli Serdang

RSUD DELI SERDANG Terletak di Kota Lubuk Pakam, Ibukota Kabupaten Deli Serdang. Dari Ibukota Provinsi Sumatera Utara (Medan) hanya berjarak ± 29 km dengan jarak tempuh 30 menit Wilayah kerja efektif di 14 Kecamatan dari 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Deli Serdang, dengan jumlah penduduk sekitar 1.85 juta jiwa
GAMBARAN UMUM RSUD DELI SERDANG LUBUK PAKAM Rumah Sakit Umum Daerah Deli Serdang adalah satu- satunya Rumah Sakit Umum milik Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, merupakan Pusat Rujukan Pelayanan dengan status Kelas B Non Pendidikan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 405/ MENKES/ SK/ IV/ 2008 tanggal 25 April 2008 dan telah meraih Akreditasi Penuh 16 Pelayanan Tahun 2011 sesuai SK Direktur RSUD Deli Serdang Nomor : 800.110 / SK / I / 2011.

Rumah Sakit Djasamen Saragih

Sejarah RSUD dr.Djasamen Saragih Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar lokasinya terletak di Kota Pematangsiantar, dan merupakan daerah lintasan Kota Medan dengan wilayah Barat Propinsi Sumatera Utara dan menuju daerah pariwisata Parapat Danau Toba. RSUD dr. Djasamen Saragih yang semula bernama Rumah Sakit Umum Daerah Pematangsiantar didirikan pada tahun 1911 di atas areal seluas 12,28 Ha dengan luas bangunan 16.800 m2 serta jumlah bangunan 59 unit dengan kapasitas tempat tidur Rumah Sakit sebanyak 220 Tempat Tidur. . RSUD Pematangsiantar merupakan rumah sakit rujukan di Propinsi Sumatera Utara tipe B non pendidikan diharapkan dalam waktu dekat berubah status menjadi Rumah Sakit Tipe B Pendidikan milik Pemerintah Kota Pematangsiantar. Status kelas B berdasarkan SK Menkes No. 1070MenkesSKXI1992 yang ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 28 Nopember 1992 dan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara Nomor: 4453155KTahun 1992 tanggal 31 Desember 1992. Seiring dengan berjalannya otonomi daerah dan desentralisasi di bidang kesehatan, sejak tanggal 27 Desember 2001 RSUD Pematangsiantar telah diserahkan oleh Pemerintah Propinsi Sumatera Utara kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar. Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 515MENKESSKIV2007 RSUD Pematangsiantar berubah nama menjadi Rumah Sakit Umum Daerah dr. Djasamen Saragih yang ditetapkan pada tanggal 23 April 2007 di Jakarta. Universitas Sumatera Utara Rumah Sakit Umum Daerah Kota Pematangsiantar telah mengadakan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia Medan Sejak Tahun 1974.

RSUD Dr. R.M. DJOELHAM KOTA BINJAI

Sejarah tentang RSUD Dr. R.M. Djoelham Kota Binjai belum dapat dikisahkan secara pasti. Namun berdasarkan kisah-kisah yang dikumpulkan, RSUD Dr. R.M. Djoelham Kota Binjai berawal dari sebuah gedung yang memberikan pelayanan kesehatan dengan nama RSU Binjai. Gedung ini telah ada sejak zaman Kesultanan. Dengan luas bangunan yang tidak begitu besar, fasilitas peralatan medis yang disediakan pun sangat sederhana. Bangunan tersebut diperkirakan letaknya di Gedung A RSUD Dr. R.M. Djoelham Kota Binjai saat ini. Dikisahkan RSU Binjai sudah berdiri sejak tahun 1927, yang didirikan oleh Tengku Musa. Pada masa itu telah ada seorang dokter umum yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan, baik bagi keluarga kesultanan maupun masyarakat. Dokter tersebut adalah dr. Jalaluddin Siregar. Tidak ada catatan resmi sampai kapan beliau melaksanakan pengabdiannya di RSU Binjai. Diperkirakan sejak tahun 1937 Dr. R.M. Djoelham mulai memberikan pelayanan kesehatan di RSU Binjai. Pada masa penjajahan Jepang, disamping berjuang dalam memberikan pelayanan kesehatan, Dr. R.M. Djoelham juga aktif memperjuangkan kemerdekaan Kota Binjai. Antara tahun 1942-1945 Dr. R.M. Djoelham tercatat dalam sejarah Kota Binjai sebagai Anggota Dewan Eksekutif Kota Binjai.

Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem 

Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem berada di ibukota Provinsi Sumatera Utara, beralamat di jalan Letjend. Jamin Ginting Km.10/Jl. Tali Air nomor 21 Medan. Merupakan satu-satunya Rumah Sakit Jiwa Pemerintah yang ada di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki kemampuan pelayanan diklasifikasikan Type “A” dengan sifat kekhususannya. Dengan kemampuan pelayanan yang dimiliki, saat ini Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Muhammad Ildrem juga merupakan Rumah Sakit Jiwa Rujukan bagi rumah sakit lain yang ada di Provinsi Sumatera Utara dan bagi Rumah Sakit – Rumah Sakit Umum yang ada di Pulau Sumatera.

Rumah Sakit Putri Hijau

Setelah masa kemerdekaan Tahun 1945 banyak anggota tentara maupun keluarganya yang mengalami sakit dan berdomisili di Medan memanfaatkan fasilitas kesehatan rumah sakit swasta yang ada disekitar medan. Karena rumah sakit tentara satu-satunya  yang ada di Sumatera Utara hanya ada di Pematang Siantar ( merupakan peninggalan tentara Belanda ) sementara jumlah anggota yang memanfaatkan fasilitas kesehatan ini terus bertambah dari hari kehari, untuk itu para pejuang kemerdekaan maupun dokter tentara yang ada di Medan berpikir perlu adanya fasilitas kesehatan ( Rumah sakit ) khusus tentara di  Kota  Medan ini. Pada tahun 1950 atas prakarsa dokter militer yang diketuai Letkol dr. Moh Majoedin mendirikan sebuah Tempat Perawatan Asrama (TPA) yang berlokasi di Jalan Banteng 2A Medan. TPA ini dipergunakan untuk merawat anggota Tentara maupun keluarga yang menderita penyakit ringan, sedangkan untuk penyakit berat dirawat di RST P. Siantar. TPA ini memiliki fasilitas 10 tempat tidur, laboratorium kecil, kamar obat, kamar suntik, kamar bedah kecil serta dapur.

Pada tahun 1951 Letkol Dr. Moh Majoedin sekaligus selaku  Kepala Dinas Kesehatan TK I menerima penyerahan 4 buah bangsal Rumah Sakit Verenigde Deli Maatschkapy (VDM), yaitu  RS PTPN II sekarang ( Dahulu RS PTP IX / Tembakau Deli ) yang sebelumnya dipergunakan oleh Belanda untuk merawat Tentara Belanda yang sakit dan berlokasi di Jalan Putri Hijau Medan. Dengan diserah terimakannya VDM tersebut maka TPA  berubah menjadi satu Tempat Perawatan Tentara (TPT).

Berdasarkan Peraturan Kasad Nomor Perkasad/265/XII/2007 tanggal 31 Desember 2007 tentang DSPP Kesdam, termasuk didalamnya Rumkit Tk II Tugas Pokok Rumkit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB yaitu menyelenggarakan fungsi kuratif dan rehabilitasi medik, preventif terbatas, dukungan kesehatan terbatas, secara terus menerus di wilayah medan pada khususnya dan wilayah Kodam I/BB pada umumnya dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam I/BB, sedangkan dengan adanya kapasitas lebih Rumkit Tk II Putri Hijau Kesdam I/BB juga memberikan pelayanan kesehatan bagi Purnawirawan TNI/Veteran, Pensiunan PNS serta keluarganya dengan fasilitas Askes dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat umum.