Gambar Kurikulum di Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia.
Kurikulum di Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia adalah dengan mengunakan KBK yang disesuaikan berdasarkan deskriptor KKNI dimana dilakukan dengan pendekatan terintegrasi baik horizontal maupun vertikal, serta berorientasi pada masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat dalam konteks pelayanan kesehatan primer.
Struktur kurikulum di FK Universitas Methodist Indonesia terdiri dari dua tahap, yaitu tahap sarjana kedokteran dan tahap profesi dokter. Beban Studi Program Sarjana adalah 153 sks yang dijadwalkan dalam 8 (delapan) semester.
Satu semester terdiri dari 3 blok yang dilaksanakan dalam waktu 7 minggu setiap blok. Setelah menyelesaikan tugas akhir (skripsi) mahasiswa akan mengikuti wisuda untuk mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran (S. Ked). Kurikulum program pendidikan dokter di FK Universitas Methodist Indonesia dilaksanakan dengan
pendekatan/strategi SPICES (Student-centred, Problem-based, Integrated,Community-based, Elective / Early clinical Exposure, Systematic).Kurikulum terdiri dari 90% materi terintegrasi dalam blok dan 10% materi tidak terintegrasi di dalam blok.
Isi Kurikulum
Kurikulum Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia disusun berpedoman pada visi, misi dan tujuan Universitas Methodist Indonesia serta visi, misi dan FK Universitas Methodist Indonesia serta memperhatikan tujuan program studi. Konsep visi, misi dan tujuan FK ini sejalan dengan konsep Kurikulum Berbasis KKNI. Tahap pendidikan sarjana kedokteran ditempuh pada semester I-VIII yang terdiri atas 21 blok.
Pada isi kurikulum tahap program sarjana kedokteran dimulai dari ilmu kedokteran dasar kemudian lanjut ke pembelajaran ilmu kedokteran klinik. Setelah itu akan masuk pembelajaran ke ilmu kedokteran komunitas dan ilmu kedokteran humaniora serta prinsip-prinsip metode ilmiah.
| 1. | Ilmu kedokteran dasar, meliputi anatomi, biokimia, histologi, fisiologi, mikrobiologi, parasitologi, patologi klinik, patologi anatomi, dan farmakologi. Ilmu-ilmu kedokteran dasar dijadikan dasar ilmu kedokteran klinik sehingga mahasiswa mempunyai pengetahuan yang cukup untuk memahami konsep dan praktik kedokteran klinik. |
| 2. | Ilmu kedokteran klinik meliputi ilmu penyakit dalam, ilmu bedah, ilmu penyakit anak, ilmu kebidanan dan kandungan, ilmu penyakit paru, ilmu penyakit syaraf, ilmu kesehatan jiwa, ilmu kesehatan kulit dan kelamin, ilmu kesehatan mata, ilmu THT, radiologi, anestesi, ilmu kedokteran forensik dan medikolegal. |
| 3. | Ilmu kedokteran komunitas terdiri dari ilmu kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran pencegahan, epidemiologi, ilmu kesehatan kerja, ilmu kedokteran keluarga dan pendidikan kesehatan masyarakat. |
| 4. | Ilmu kedokteran humaniora meliputi agama, etika dan hukum kedokteran, bahasa indonesia, bahasa inggris, pancasila serta kewarganegaraan. |
| 5. | Prinsip-prinsip metode ilmiah meliputi metodologi penelitian, statistik dan Evidence-Based Medicine (EBM). |